Monday, May 8, 2017

Contoh Media Serbaneka


Contoh media serbaneka diantaranya: Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a) Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya: papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b) Media tiga dimensi diantaranya: model, mock up , dan diorama.
c) Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan realia misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d) Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah.

Apa itu Media Serbaneka?


Media serbaneka merupakan media yang didesain berdasarkan potensi yang terdapat pada suatu kawasan atau daerah. Lokasinya bisa di sekolah, perkampungan atau di suatu daerah yang bisa dimanfaatkan sebagai suatu media pembelajaran. Untuk contohnya media serbaneka dapat berupa: Papan (board), media 3 dimensi, realita dan sumber belajar di masyarakat.
1. Papan, contoh dari media tersebut bisa berupa: Papan tulis, papan magnetik, papan buletin dan lain sebagainya.
2. Media 3 dimensi, contoh dari media ini diantaranya: Diaroma dan mock up.
3. Realita merupakan sesuatu yang dapat dijadikan media yang didasarkan pada benda nyata, contohnya pendidik yang membawa sekligus memperlihatkan hewan kepada peserta didik.
4. Sumber belajar di masyarakat, contoh dari media ini bisa berupa berkemah atau juga karya wisata.
Mungkin sekian saja artikel tentang "Macam-macam media pembelajaran yang perlu guru ketahui" semoga tulisan rantai guru ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan guru semua. Jangan lupa baca juga artikel tentang Peranan Guru dalam Administrasi Kurikulum.

Kegunaan Media Pembelajaran


Media pembelajaran sekarang ini telah menjadi bagian yang sangat vital dalam proses belajar mengajar. Hampir pada setiap pembelajaran dapat kita temui penggunaan media pembelajaran. Tidak mengherankan karena memang media pembelajaran sangat membantu baik bagi guru maupun peserta didik dalam rangka mencapai tujuan belajar dengan lebih baik dan lebih cepat.
Ketergantungan proses belajar mengajar terhadap media pembelajaran bukanlah sesuatu yang buruk, justru pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajara mengajar ini banyak memberikan efek yang positif. Tentunya agar media pembelajaran dapat memberikan efek yang positif dan berdaya guna harus diperhatikan banyak hal agar pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Drs. Rudi Susilana, M.Si. & Cepi Riyana, M.Pd. dalam bukunya Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian (2009, 9) secara umum media pembelajaran memiliki kegunaan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera
3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual auditor dan kinestetiknya
5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama
Media pembelajaran memberikan sumbangsih langsung terhadap proses belajar mengajar. Efek yang ditimbulkanpun juga dapat dirasakan secara langsung, dimana peserta didik atau siswa dapat secara langsung terlihat perkembangan belajarnya ketika menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
Namun demikian penggunaan media pembelajaran harus direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran . Ini bertujuan agar media pembelajaran dapat berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan efek negatif baik bagi guru, peserta didik, maupun proses belajar mengajar itu sendiri. Perencanaan penggunaan media pembelajaran yang baik akan membuat media pembelajaran berguna bukan hanya untuk pembelajaran saat itu saja, namun juga untuk pembelajaran dimasa mendatang.

Pengertian Media Pembelajaran dan Klasifikasinya


Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin Medius
yang secara harfiah berarti ”Tengah”, ”Perantara”, atau ”Pengantar”. Dalam bahasa arab ”Media” adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2002:3) menyatakan bahwa ”media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian, yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap”. Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud media diantaranya adalah guru, buku teks, dan lingkungan sekolah .
Sementara itu Romiszowki (dalam Darmojo,1991:8) mengatakan bahwa ”media ialah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang atau benda) kepada penerima pesan”. Adapun yang dimakud penerima pesan adalah siswa. Jadi media merupakan suatu perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa.
Tokoh lain juga ada yang mengemukakan bahwa media juga bisa disebut sebagai wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Jadi media disini digunakan sebagai penjelas terhadap pesan yang disampaikan, sehingga penerima pesan akan menerima dengan jelas pesan yang diterima dengan bantuan media (Djamarah,1995:136).
Dari pengertian media di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah pembawa pesan yang berasal dari sumber pesan kepada penerima pesan yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi yng diajarkan serta sarana komunikasi dari guru kepada siswa.
Klasifikasi Media
Menurut Bretz dan Briggs (dalam Darmojo,1991:24) mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media visual, media audo visual, dan media serbaneka.
1. Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
2. Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual diam (2) media visual gerak
a. Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dll.
b. Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
3. Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1) madia audio visual diam, dan (2) media audio visual gerak.
a). Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b). Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dll.
4. Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a). Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b). Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
c). Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d). Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah.